Bab 28

1168 Kata

Mall Paris Van Java sore itu ramai, penuh suara tumit beradu lantai marmer, aroma kopi, dan sorak tawa anak-anak yang berlari di pinggir taman kecil. Felisha melangkah cepat bersama Shinta, mencoba menahan degup jantungnya yang sejak pagi tidak pernah benar-benar tenang. Ia ingin sekadar menjadi perempuan biasa—nongkrong di mall, bicara soal desain, makan es krim bersama sahabat. Tapi dunia tidak pernah memberi kemewahan sederhana itu untuk waktu yang lama. Shinta menunjuk sebuah toko baju. “Ayo masuk dulu, Fel. Ada blazer yang lucu banget, kamu pasti suka—” Sebelum Shinta menyelesaikan kalimatnya, Felisha berhenti mendadak. Shinta menabraknya. “Eh? Kok lo—” Felisha tidak menjawab. Ia hanya menatap lurus ke depan. Di sisi kiri, tepat di depan sebuah coffee shop, berdiri seorang p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN