Tidak ada ledakan di pagi itu. Tidak ada teriakan. Tidak ada berita yang langsung menampar wajah. Yang ada hanyalah ketidaktepatan kecil yang terlalu presisi untuk disebut kebetulan. Grari baru saja tiba di sebuah pertemuan tertutup di pinggiran kota ketika ia melihat kerumunan yang tidak seharusnya ada. Beberapa orang berdiri di depan gerbang, sebagian memegang ponsel, sebagian lagi berbisik sambil menoleh ke arahnya. Di kejauhan, sebuah mobil dengan stiker media terparkir rapi, seolah sudah tahu persis jam dan tempat. Grari menurunkan kacamatanya perlahan. “Radit,” katanya pelan, tanpa menoleh. “Ini tidak ada di kalender publik.” Radit yang berjalan setengah langkah di belakangnya langsung mengerti. Wajahnya menegang. Ia mengeluarkan ponsel, membuka agenda internal, dan membandingkan

