Bab 70

1014 Kata

Ruang rapat lantai tujuh itu terlalu dingin untuk ukuran siang hari. Pendingin udara menderu pelan, membuat suasana terasa kaku, seolah setiap orang di dalam ruangan dipaksa menahan sesuatu. Grari duduk di ujung meja panjang, jasnya terbuka, map cokelat di depannya belum tersentuh. Ia menatap wajah-wajah yang sudah ia kenal bertahun-tahun. Orang-orang yang dulu menyebutnya “anak muda berpotensi”. Orang-orang yang kini menyebutnya “ancaman yang terlalu rapi”. Felisha duduk di kursi paling belakang, bukan sebagai peserta rapat, melainkan sebagai pengamat. Keputusan itu diambil bersama. Ia ingin melihat. Bukan hanya mendengar cerita dari Grari, tapi menyaksikan sendiri bagaimana politik bekerja saat pintu tertutup. “Pak Grari,” suara seorang pria paruh baya memecah keheningan. “Kita perlu b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN