Hari kedua kampanye di Pamanukan dimulai dengan matahari yang terbit cepat dan suara pasar ikan yang bising. Namun, bagi Felisha dan Grari, pagi itu terasa lebih dingin daripada angin laut yang berhembus dari balik jendela penginapan. Mereka berdua bangun dalam diam. Felisha bangkit lebih dulu, dengan mata sedikit sembab dan gerakan yang lebih kaku dari biasanya. Sementara Grari sudah duduk di kursi dekat jendela, memandangi laut dengan wajah yang berat dan gelap. Ketika Felisha menyadari ia sedang diperhatikan, ia hanya mengangguk kecil sambil berkata, “Pagi,” tanpa menambah apa-apa. Dan Grari membalas dengan suara lirih, “Pagi.” Ia mencoba memulai percakapan kecil tentang kondisi Felisha, namun perempuan itu hanya menjawab secukupnya, tanpa memberi ruang bagi diskusi lebih jauh. Pagi it

