Rumah dinas terasa lebih sunyi dari biasanya hanya suara langkah staf yang berlarian kecil di halaman belakang, menyiapkan kendaraan, logistik, dan perlengkapan perjalanan menuju Pamanukan. Perjalanan penting. Perjalanan politik. Perjalanan yang akan menentukan suara di pesisir utara. Tapi bagi Felisha, pagi itu lebih dari sekadar hari kerja—itu adalah pagi yang ia bayangkan membawa sesuatu yang lain kesempatan untuk menikmati waktu berdua dengan suaminya. Sudah hampir empat bulan sejak mereka menikah, dan sebulan semenjak mereka satu kasur tapi belum ada waktu yang benar-benar menjadi “waktu mereka”. Jadwal rapat, kunjungan lapangan, acara publik, dan pertemuan internal menelan Grari hampir setiap hari. Dan Felisha, dengan segala kesabarannya, selalu mengikuti ritme itu. Namun kali in

