Evan sampai di kampus beberapa menit lebih awal dari biasanya. Entah berapa kecepatan motor yang dibawanya tadi. Dia memarkir kendaraannya tanpa memperhatikan sekitar dan bergegas menuju ruangannya. Maya yang melihat Evan dari parkiran motor mengernyit heran. Ia memang lebih sering melihat laki-laki itu menggunakan motornya, tapi yang baru saja diparkir jelas bukan motor yang sama yang biasa Evan gunakan. “Pak Haryo,” Maya bergegas menghampiri Haryo yang baru turun dari mobilnya. “Itu tadi pak Evan kan?” tanya memastikan. “Iya. Kenapa memang?” “Tidak apa-apa. Hanya memastikan. Tadi saya lihat beliau dari parkiran motor.” “Memang Evan lebih sering pakai motor kan?” “Iya. Hanya saya lihat tadi sepertinya motornya berbeda.” “Mungkin motor baru. Bisa saja kan?” kata Haryo cuek. Ia bukann