Bab 60: Pingsan

1163 Kata

Suara adzan dzuhur sudah terdengar dari masjid rumah sakit, menandakan waktu istirahat siang tiba. Amara meluruskan punggungnya di kursi. Hari ini benar-benar menguras emosinya. Seorang remaja laki-laki dengan kondisi d*********s sosial dan verbal menjadi pasien terakhirnya tadi. Entah bagaimana selama ini ia berkomunikasi jika hanya mau mengucapkan satu dua patah kata saja. Ketika Amara akhirnya membaca ulang rekam mediknya, ternyata ia adalah pasien lama. Sekian tahun lalu pernah berkonsultasi dengan psikolog sebelumnya karena anak ini tak mau bergaul sama sekali bahkan bicara pun tidak hingga kelas tiga sekolah dasar. Pemicu utamanya adalah game di ponsel yang diberikan orang tuanya, agar anaknya diam tak merengek jika ditinggal kerja. Akan tetapi sesi konsultasi itu tak pernah berlan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN