Evan baru dari ruang laboratorium komputer saat seorang mahasiswa mencegatnya di jalan. Ia ingat itu adalah mahasiswa yang akan mengikuti lomba karya ilmiah. “Pak Evan, maaf, Bapak ada waktu? Saya ingin konsultasi project kemarin,” ucap mahasiswa itu hati-hati. “Pembimbingmu siapa?” “Pak Haryo dengan bu Maya,” mahasiswa itu tertunduk. Ia tahu bukan pada tempatnya ia meminta bimbingan pada Evan. Tapi dibandingkan kedua dosen pembimbingnya, dosen di hadapannya inilah yang lebih menguasai topik yang diangkatnya. “Saya punya banyak keperluan lain. Kalau sekedar testing program, it’s okay. Saya bisa bantu kamu. Tapi tidak untuk keseluruhan proses. Temui pembimbingmu.” Evan bergegas menuju ruangannya. Dia punya janji dengan mahasiswa lain yang dalam daftar bimbingan skripsinya. Ada bebera