BAB 16. Pengejaran

1112 Kata

Eve melotot. Saat sorot matanya menangkap sebuah pisau panjang mengkilap, menancap di tiang kayu tepat di sampingnya. Dengan napas menderu, Eve sadar dengan cepat. Dia dalam bahaya! Tidak sempat berteriak, Eve segera berlari dengan kaki telanjang. Tap tap tap. Suara detak kaki bertemu dengan lantai kayu parket menambah kesan mengerikan dan membuat Eve semakin ingin kabur. Pikirnya, dia sudah masuk di ruangan yang salah. “Berhenti!” teriak seseorang di sana. Di belakang Eve. Suaranya berat, menggema, dan mendominasi keadaan. Satu yang pasti, orang itu kejam dan tanpa toleransi. Buktinya ada pada pisau tadi. Melayang begitu saja di dekatnya. Eve terus berlari dan semakin dalam. Seluruh ruangan di rumah ini kesannya sungguh berbeda dengan rumah utama yang terpisah. Di sini, hampir seluruh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN