87

1081 Kata

Mobil itu terus melaju, berbelok tanpa pola yang jelas. Tidak menuju apartemen Alex, tidak pula kembali ke kantor, atau ke apartemen Victoria, bahkan tidak pula ke lokasi proyek. Lampu lalu lintas dilewati satu per satu, jalanan kota berganti menjadi ruas yang semakin lengang. Victoria menyadarinya sejak beberapa menit lalu, tapi dia memilih diam. Tangannya bertumpu di paha, jemarinya saling mengait pelan, menahan kegelisahan yang berdenyut di d**a. Alex mengemudi tanpa bicara. Kedua tangannya mencengkeram setir lebih kuat dari biasanya. Tatapannya lurus ke depan, seakan jalan di hadapannya adalah satu-satunya hal yang bisa dia lihat. Sesekali rahangnya mengeras, napasnya terdengar berat, tertahan. Victoria tahu, pria itu sedang menahan sesuatu, amarah, cemburu, atau mungkin semuanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN