Di dalam kamar hotel yang dingin, Sella duduk tegak di depan meja rias yang penuh dengan peralatan kosmetik. Ia menatap pantulan dirinya di cermin dengan saksama. Tangannya bergerak lincah menyapukan kuas, sengaja memilih palet warna yang membuat wajahnya tampak kuyu dan pucat, sebuah riasan yang ia rancang khusus untuk mendukung skenario yang sedang ia bangun. Sella mengambil cermin kecil, mendekatkannya ke wajah untuk mengoreksi setiap detail sapuan bedaknya. "Perfect!" ucapnya dengan senyum tipis yang penuh rasa percaya diri. "Sel, gue ngeri lihat tingkah lo. Sebenarnya apa sih yang lo rencanain dengan riasan kayak mayat gitu?" tanya Luna yang berdiri di belakangnya. Luna melipat tangan di d**a, kakinya bergerak-gerak gelisah menunjukkan rasa kesal yang tertahan. Sella menaruh cermin

