Keesokan harinya… Jonathan sudah bersiap menuju tempat gym. Meskipun tubuhnya masih terasa lemas dan belum sepenuhnya fit, ia memaksakan diri. Hanya ada satu tujuan di kepalanya: bertemu Zee dan menjelaskan semuanya. "Jo, aku sudah siapkan sarapan. Walaupun cuma pesan dari luar, kau harus mencobanya," ucap Sella, tiba-tiba muncul dan menghalangi langkah Jonathan. Jonathan berhenti sebentar, menatap Sella dengan tatapan datar. "Aku tidak pernah sarapan pagi. Apa kau lupa kebiasaanku?" sahutnya ketus. Wajah Sella seketika berubah muram, bibirnya mengerucut kesal. "Apa kau mau menemui gadis gemuk itu lagi?" tanyanya dengan nada menghina yang tidak disembunyikan. "Bukan urusanmu," jawab Jonathan dingin. Ia berniat melanjutkan langkahnya dan berlalu begitu saja. "Aku sedang mengandung ana

