Di dalam kemewahan kamar hotel, Sella duduk dengan senyum puas yang tersungging di bibirnya. Kesedihan yang tadi ia tunjukkan di depan kamera telah lenyap tanpa bekas. Cindy, yang semula sempat bingung dengan manuver mendadak sang artis, kini ikut tersenyum licik. Dalam benak Cindy, ia merasa telah menemukan rekan yang sempurna untuk menghancurkan hidup Zee, gadis yang begitu ia benci hingga ke tulang sumsum. Sella menyesap minumannya pelan, menikmati gemuruh berita yang kini mulai membanjiri media sosial. “Sel... lo memang benar-benar aktris berbakat. Lo gila!” ucap Luna akhirnya memecah keheningan. “Gue jadi takut ama elo Sel”. tambah Luna. Nada suara Luna sama sekali tidak terdengar seperti pujian. Ada getaran ngeri dalam kalimatnya. Ia menatap Sella dengan tatapan yang sulit diar

