Bab 33

1344 Kata

BAB 33: Dinding Hitam di Balik Kegelapan Bau karbol dan suara detak mesin monitor menjadi satu-satunya melodi di kamar 402. Zayn terbaring dengan perban melingkar di kepalanya, menutupi kedua matanya dengan rapat. Sudah tiga hari sejak kecelakaan maut itu, dan dunia Gus Zayn kini hanya berisi suara dan kegelapan. Juleha duduk di sampingnya. Ia masih mengenakan cadar hitam pekat, bahkan di dalam kamar rumah sakit yang tertutup rapat. Baginya, cadar itu kini bukan lagi sekadar pakaian takwa, melainkan benteng pertahanan terakhir. Penyakit itu sudah mulai menyerang area pipi dan rahangnya—bintik keunguan yang kasar dan melepuh kini sudah tidak bisa lagi ditutupi dengan bedak setebal apa pun. "Jule... kamu masih di sana?" suara Zayn serak, tangannya meraba-raba sprei, mencari kepastian. Ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN