"Bimbing tanganku. Aku ingin menyisir rambutmu. Aku tidak bisa melihat indahnya rambutmu lagi, tapi biarkan aku merasakannya melalui jemariku." Jantung Juleha berdegup kencang. Ini permintaan yang berbahaya. Rambutnya mulai rontok akibat penyakit itu, dan kulit kepalanya juga mulai sensitif. Namun, melihat wajah Zayn yang penuh harap, ia tak kuasa menolak. Juleha duduk membelakangi Zayn di atas ranjang. Ia melepas khimarnya perlahan, namun tetap membiarkan cadarnya terikat untuk menutupi wajahnya dari samping. Ia meraih tangan Zayn dan meletakkannya di atas kepalanya. Zayn mulai mengelus rambut Juleha. Ia merasakannya dengan sangat hati-hati. Di bawah jemarinya, Zayn bisa merasakan beberapa helai rambut yang lepas dengan mudah. Ia juga merasakan tekstur kulit kepala Juleha yang tidak ra

