Bab 42

1116 Kata

BAB 42: Di Bawah Putihnya Langit Rumah Sakit Rumah sakit kota menjadi saksi bisu atas transformasi seorang Zayn. Sejak malam sandiwara itu pecah, Zayn tidak pernah sedetik pun meninggalkan sisi Juleha. Di ruang perawatan VIP yang dikondisikan khusus untuk menjaga sterilitas kulit Juleha, Zayn duduk di sebuah kursi kayu kecil di samping ranjang istrinya, setia menggenggam jemari yang kian kurus itu. Minggu-minggu pertama adalah masa yang paling menyayat hati. Juleha sering terbangun di tengah malam, menangis histeris karena ia merasa "telanjang" di depan suaminya. Tanpa cadar, tanpa khimar tebal, hanya dengan pakaian rumah sakit yang longgar untuk menghindari gesekan pada luka-lukanya. "Zayn... jangan lihat, tolong jangan lihat..." isak Juleha di suatu malam, mencoba menutupi wajahnya de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN