Sebuah kilatan petir yang sangat keras menghantam pohon di dekat pesantren. Fathimah berteriak dan tanpa sadar melempar dirinya ke arah suara Ghara. Ghara menangkapnya. Untuk pertama kalinya, mereka bersentuhan dalam sebuah pelukan yang bukan didasari oleh duka, melainkan rasa takut dan insting untuk melindungi. Tubuh Fathimah gemetar hebat dalam pelukan Ghara. Ghara merasakan detak jantung Fathimah yang sangat cepat. Ia membawa Fathimah ke dalam dekapannya, mengusap punggungnya dengan lembut. "Tenang, Fat. Aku di sini. Jangan takut," bisik Ghara. Dalam kegelapan itu, Ghara tidak bisa melihat wajah yang mirip Aisyah itu. Ia hanya bisa merasakan tubuh yang lebih mungil, aroma sabun yang lebih lembut, dan getaran yang lebih rapuh. Di dalam gelap, Aisyah tidak ada. Di dalam gelap, yang ada

