BAB 46: Aroma Melati yang Tertinggal Duka adalah sebuah rumah yang sunyi, dan bagi Zayn, rumah itu kini terasa terlalu luas. Setelah pemakaman Juleha yang dihadiri oleh ribuan santri dan penduduk desa yang menangis, Zayn kembali ke kediamannya. Namun, ia tidak kembali ke kamar yang biasanya harum aroma melati dan minyak zaitun. Ia kembali ke sebuah ruang tengah yang kini dipenuhi oleh dua buah boks bayi dan tumpukan perlengkapan medis. Aisyah dan Fathimah telah diizinkan pulang dari rumah sakit sebulan setelah kepergian ibunya. Tubuh mereka masih sangat kecil, ringkih, dan membutuhkan perawatan ekstra. Namun, bagi Zayn, mereka adalah satu-satunya alasan mengapa ia masih sanggup membuka mata setiap pagi. Malam di Pesantren Hidayatullah merangkak pelan. Zayn duduk di lantai beralaskan kar

