Keheningan malam di Pesantren Hidayatullah terasa mencekam bagi Zayn. Suara jangkrik yang biasanya menenangkan kini terdengar seperti jeritan yang menuntut jawaban. Setelah rombongan Ghara pulang dengan alasan kesehatan yang mendadak drop, Zayn tidak langsung istirahat. Ia duduk di ruang tengah, menatap foto Juleha yang tersenyum di dinding, seolah meminta petunjuk dari istrinya yang telah tiada. Ia tahu Fathimah sudah terlelap di kamarnya dengan senyum sisa pertemuan tadi. Namun, ia juga tahu ada jiwa lain yang sedang hancur di kamar sebelah. Zayn melangkah pelan menuju kamar Aisyah. Ia mengetuk pintu kayu itu dengan sangat lembut, nyaris tak bersuara agar tidak membangunkan Fathimah. "Aisyah... ini Abi. Kamu sudah tidur?" bisik Zayn. Tidak ada jawaban, namun terdengar gesekan kain se

