Bab 57

1073 Kata

Ketegangan di ruang tamu kian mencekik Ghara. Suara tawa Kiai Sepuh dan cerita Zayn tentang masa lalu mereka terasa seperti dengung lebah yang jauh di telinganya. Setiap kali Fathimah tersenyum atau menunduk malu, Ghara merasa seperti sedang mengkhianati sebuah jiwa. Ia tidak bisa lagi duduk diam di sana, berpura-pura semuanya baik-baik saja sementara jantungnya serasa dihantam palu godam. "Gus Zayn, Kiai... mohon izin, saya ingin ke belakang sebentar mencari udara segar. Sepertinya asma ringan saya sedikit kambuh karena debu perjalanan," ucap Ghara dengan suara yang ia usahakan tetap stabil, meski napasnya memang mulai memendek karena sesak di d**a. Zayn mengangguk dengan penuh perhatian. "Oh, nggih, Gus. Silakan. Lewat pintu samping saja, di sana ada taman kecil yang langsung menghadap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN