BAB 56: Kepulangan Sang Musafir Langkah kaki Aisyah terseret di atas kerikil halaman pesantren. Tubuhnya yang biasa tegak dan lincah kini tampak ringkih. Di bawah gerimis tipis, ia menatap bangunan rumah utamanya. Tiba-tiba, pintu kayu jati yang besar itu terbuka. Zayn berdiri di sana. Zayn sempat terpaku. Matanya yang mulai dihiasi kerutan halus itu membelalak. Ia melihat sosok yang sangat mirip dengan istrinya, namun dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Jaket lapangan Aisyah kotor, wajahnya tirus, dan matanya cekung. "Aisyah..." suara Zayn serak, nyaris hilang tertiup angin. Aisyah berhenti melangkah. Ia menatap wajah abinya yang kini tampak lebih tua. Pertahanannya runtuh. Tas keril yang ia panggul merosot jatuh ke tanah. "Abi..." Zayn berlari menuruni anak tangga, mengabaikan

