BAB 38: Dua Detak dalam Satu Layar Minggu-minggu berlalu dengan keajaiban yang terasa rapuh. Juleha merasa perutnya membesar lebih cepat dari yang ia bayangkan. Setiap pagi, rasa mual itu masih setia menyapa, namun ia selalu punya alasan untuk tersenyum: tangan Zayn yang kini gemar berlama-lama mengusap perutnya, seolah sedang berkomunikasi dengan malaikat kecil di dalam sana. Hari ini, Juleha memutuskan untuk membawa Zayn ke rumah sakit kota untuk pemeriksaan USG pertama mereka di usia kehamilan empat bulan lebih. Juleha ingin Zayn "mendengar" kehidupan itu, meski ia tidak bisa melihatnya. "Hubby, pelan-pelan. Pintunya agak sempit," bisik Juleha sambil menuntun tangan Zayn masuk ke ruang dokter spesialis kandungan. "Aku tidak apa-apa, Humaira. Aku hanya... sedikit gugup," jawab Zayn.

