BAB 12: Racun di Kamar Mandi Malam itu, hujan turun lebih deras dari sore tadi, menciptakan irama monoton yang menghantam atap rumah. Zayn baru saja menyelesaikan tadarusnya di ruang tengah. Ia melihat pintu kamar mereka tertutup rapat. Sejak pulang dari supermarket, Juleha langsung mengunci diri dengan alasan ingin mandi lama dan beristirahat. Zayn masuk ke kamar dengan langkah perlahan. Ia tidak menemukan Juleha di atas tempat tidur. Namun, suara air yang mengalir dari kamar mandi terdengar tidak wajar—terlalu lama, dan sesekali terdengar bunyi botol kaca yang beradu dengan lantai keramik. Klang! Zayn mematung di depan pintu kamar mandi. Indra penciumannya yang tajam menangkap aroma yang sangat asing di rumah ini: bau alkohol yang tajam dan menyengat, menyeruak dari celah pintu bawah

