Bab 11

1061 Kata

... "Saya terima syaratmu. Selama saya masih bernapas, saya tidak akan melepaskan tanganmu, seburuk apa pun kamu memperlakukan dirimu sendiri." BAB 11. Akad Tanpa Senyum Pernikahan itu berlangsung sangat sederhana, tepat tujuh hari setelah kepergian Umi Salamah. Tidak ada pesta, tidak ada hiasan janur kuning. Hanya ada penghulu, Kyai Marji sebagai saksi, dan beberapa kerabat dekat yang menatap Juleha dengan pandangan iba sekaligus penuh tanya. Juleha mengenakan kebaya putih sederhana milik ibunya. Wajahnya pucat, dipoles riasan tipis yang gagal menutupi kesedihan di matanya. Saat Zayn mengucapkan kalimat ijab kabul dengan satu napas yang mantap, Juleha merasa sebuah borgol tak kasat mata melilit hidupnya. "Sah!" Suara itu bergema di ruang tamu yang dingin. Juleha mencium tangan Zayn.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN