BAB 67 : Jejak Darah di Atas Embun Malam itu, langit di atas perbatasan seolah ikut berkabung. Tidak ada bintang, hanya gumpalan awan kelabu yang menggantung rendah, menyembunyikan segala kejahatan yang sedang merayap di bawah tajuk pepohonan jati. Aisyah berada di dalam jip militer yang bergerak tanpa lampu, sebuah siluet hitam di tengah kegelapan yang pekat. Angin malam yang kencang menampar wajahnya, membawa aroma tanah basah dan sisa pembakaran mesiu yang masih menempel di jaket taktisnya. Setiap guncangan jip itu terasa seperti hantaman di dadanya. Namun, rasa sakit fisik itu tak sebanding dengan kekosongan yang menganga di hatinya sejak ia meninggalkan lorong rumah sakit. Di kepalanya, bayangan Ghara yang terbaring kaku dengan selang-selang yang menembus tubuhnya terus berputar se

