BAB 25: Saat Karang Itu Merapuh Zayn hanya mendesah pelan, matanya kembali terpejam saat rasa pening yang luar biasa menghantam kepalanya. Juleha tidak tinggal diam. Ia duduk di pinggir ranjang, lalu perlahan ia menyelinapkan tangannya ke bawah tengkuk Zayn, mengangkat kepala suaminya dengan hati-hati untuk diletakkan di atas pangkuannya. Juleha mulai menuangkan minyak kayu putih ke telapak tangannya, menggosoknya hingga hangat, lalu mulai memijat pelipis dan dahi Zayn dengan gerakan memutar yang sangat lembut. "Enak?" tanya Juleha pelan. "Heum... tanganmu ajaib, Jule. Langsung terasa dingin di kepala," gumam Zayn, suaranya terdengar jauh dan serak. Hening sejenak. Hanya suara detak jam dinding dan napas Zayn yang berat yang mengisi ruangan itu. Juleha menatap wajah suaminya dari deka

