BAB 21: Di Bawah Langit Hidayatullah Pagi di kediaman Zayn Malik kini memiliki ritme yang berbeda. Rumah itu berdiri dengan tenang tepat di pinggir jalan raya, menjadi saksi bisu hilir mudik orang yang melintas. Namun, jiwa dari tempat ini berada satu kilometer jauhnya ke arah belakang. Di sana, melewati jalan setapak yang diapit pohon-pohon peneduh, terhampar Pesantren Hidayatullah. Kompleks asrama, masjid, dan madrasah yang luas itu seolah menjadi dunia lain yang terpisah dari kebisingan kota. Juleha duduk di teras depan rumahnya, menatap gerbang pesantren di kejauhan. Di pangkuannya, sebuah buku Iqra terbuka. Suara riuh santri yang sedang menuju ke area utama pesantren terdengar samar-samar, seperti musik latar yang menenangkan bagi pagi yang sejuk itu. "Jangan dipaksakan kalau matan

