50: Pertemuan Dua Arus Aisyah segera mendekat untuk membantu memegangi warga yang kesakitan itu. "Cepat bawa ke dalam! Dia kehilangan banyak darah!" perintah Aisyah seolah ia adalah pimpinan di sana. Ghara menoleh sejenak, menatap gadis yang berani memerintahnya itu. "Saya tahu apa yang harus saya lakukan. Tolong menyingkir sedikit agar saya bisa bekerja," ucap Ghara dengan nada dingin dan kaku. Aisyah mendengus. "Saya hanya membantu. Tidak perlu sesinis itu, Dokter." Ghara tidak membalas. Ia sibuk membersihkan luka pasiennya dengan gerakan yang sangat telaten namun cepat. Aisyah, meski jengkel dengan sikap kaku sang dokter, tidak bisa tidak mengagumi ketenangannya di bawah tekanan. Ghara tidak panik sedikit pun, tangannya tetap stabil meski di luar tenda suara teriakan warga dan apara

