Bab 51

1283 Kata

BAB 51: Dialog di Antara Rintik Huja Kesunyian menyelimuti mereka selama beberapa menit, hanya suara hantaman hujan di atap seng yang terdengar. Ghara mengeluarkan botol minum dan menyodorkannya pada Aisyah. "Minumlah. Kamu pucat sekali," ucap Ghara. Nada suaranya sedikit melunak, tidak sekaku saat di tenda medis. Aisyah menerima botol itu, meminumnya sedikit, lalu mengembalikannya. "Terima kasih. Maaf... saya tidak menyangka cuacanya akan seburuk ini. Saya terlalu ambisius untuk sampai ke kantor wilayah." Ghara menyandarkan kepalanya ke dinding kayu yang rapuh. "Ambisi itu bagus jika dasarnya benar. Tapi di tempat seperti ini, ambisi tanpa perhitungan adalah bunuh diri. Kamu mengingatkan saya pada seseorang." Aisyah menoleh, tertarik. "Siapa? Pasienmu yang nekat?" Ghara tersenyum ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN