Bab 65

1074 Kata

Meja makan itu menjadi saksi bisu transisi status mereka. Fathimah mencoba mencairkan suasana dengan bercerita tentang kado-kado yang menumpuk di aula, namun Aisyah hanya menanggapi dengan gumaman singkat. Pikirannya masih melayang pada kejadian beberapa jam lalu di balik pintu kamar yang terkunci. "Kak Aisyah, kok makannya sedikit?" tanya Fathimah lembut. "Biasanya Kakak nambah dua kali kalau ada sambal goreng hati." "Eh... itu... Kakak masih kenyang, Fat," jawab Aisyah cepat. Ia tidak mungkin bilang bahwa perutnya terasa penuh dengan kupu-kupu yang beterbangan hingga nafsu makannya hilang. Di bawah meja, tanpa diketahui siapa pun, Ghara perlahan mencari tangan Aisyah. Ia menemukan jemari istrinya yang sedang meremas kain gamis, lalu menggenggamnya erat di atas lutut Aisyah. Aisyah ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN