Ghara tidak tahu bahwa deskripsi "penuh kasih" yang dimaksud ayahnya adalah Fathimah. Ia juga tidak tahu bahwa Aisyah baru saja bertengkar di telepon untuk membela adiknya agar tidak dijodohkan—dengan dirinya sendiri. Esok paginya, suasana di antara mereka menjadi lebih canggung. Aisyah tampak lebih banyak diam, matanya sembab karena kurang tidur dan terlalu banyak berpikir tentang Fathimah. Sedangkan Ghara, ia menjadi lebih protektif dan sering kali mencuri pandang ke arah Aisyah dengan tatapan yang sulit diartikan. Saat mereka sedang sarapan bubur kacang hijau di dapur umum, Aisyah tiba-tiba bertanya tanpa menatap Ghara. "Ghara... menurutmu, apakah wajar jika orang tua menjodohkan anaknya di zaman sekarang?" Ghara tersedak sedikit, lalu meletakkan sendoknya. Ia menatap Aisyah dengan s

