Bab 90

2565 Kata

“Enak banget, Mas. Aku suka coklat panas ini.” Lara menyesap lagi coklat hangat dalam cangkirnya. Aromanya lembut, manis, menghangatkan d.a.da. Bibirnya tersenyum kecil, sederhana tapi nyata—senyum yang muncul karena ia merasa nyaman, merasa diperhatikan. Niko tersenyum tipis. Senyuman yang tidak lebar, tapi penuh makna. Ada sesuatu yang selalu lembut setiap kali ia memandang Lara, sesuatu yang tidak banyak ia tunjukkan pada orang lain. “Nggak boleh sering-sering. Kamu hamil.” Nada suaranya tetap datar, namun jelas menyimpan perhatian. Ia tidak menegur, hanya mengingatkan—seolah Lara adalah sesuatu yang harus dijaga pelan-pelan agar tidak pecah. “Bisa susah kalau mau melahirkan normal. Kecuali kamu pengen operasi.” Lara berhenti sejenak, matanya terangkat dari cangkir. “Emang ada hubu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN