Bab 89

3667 Kata

Pagi di Villa Tuusula Cahaya putih keperakan menyelinap melewati tirai tipis kamar. Lara menggeliat pelan di bawah selimut tebal, lalu membuka mata perlahan. Udara pagi terasa dingin, tapi tidak menusuk—lebih seperti kesejukan yang lembut, menenangkan. Ia bangkit perlahan, menarik selimut hingga ke bahu, matanya menatap jendela besar di seberang ranjang. Dari sana, dunia tampak sunyi. Hamparan salju menyelimuti halaman dan pepohonan pinus, sementara di kejauhan, permukaan danau Tuusula memantulkan cahaya mentari yang baru naik—berkilau seperti kaca retak. Udara yang ia hirup terasa segar, hampir terlalu murni. Tapi di balik keindahan itu, ada perasaan asing yang merayap pelan di dadanya: rasa sepi yang tidak menakutkan, hanya… hening. Ia menoleh ke sisi ranjang. Tempat Niko berbaring s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN