Bab 99

1009 Kata

Pagi datang lebih cepat dari yang Lara kira. Ia terbangun saat cahaya pucat menyelinap lewat sela tirai, memantul di dinding kayu vila yang hangat. Di sampingnya, Niko masih terlelap. Napas lelaki itu teratur, wajahnya tenang—ketenangan yang jarang Lara lihat beberapa hari terakhir. Lara menatapnya sejenak, lalu bangkit perlahan agar tidak mengusik tidurnya. Ia mengenakan mantel tebal dan sepatu bot, menyampirkan syal, lalu keluar dari vila dengan langkah pelan. Udara pagi menyergap paru-parunya. Dingin, tapi bersih. Salju semalam tidak turun terlalu lebat, hanya menyisakan lapisan putih tipis di tanah, pagar kayu, dan ranting-ranting pinus di sekitar vila. Langit berwarna kelabu pucat, matahari belum sepenuhnya muncul, membuat pagi terasa seperti ditahan di antara mimpi dan sadar. Lar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN