Bab 86

3307 Kata

“Mba, mohon maaf sekali. Tapi yang Mba ucapkan itu rasanya—” Lara mencoba menyampaikan dengan sopan, suaranya pelan, nada ragu. Wajahnya menatap lurus ke arah Marinka, sedikit menunduk. Tangan kirinya menggenggam tepian apron, seperti pegangan kecil agar ia tidak roboh. Marinka langsung menoleh. Matanya lembut, namun ada sedikit ketegangan di sana. Ia mengangkat tangan, lalu menyentuh perlahan kedua lengan Lara. Sentuhannya ringan, tapi punya makna. “Maaf, Lara. Aku tidak bermaksud ngomong seperti itu. Aku cuma kesal karena Mas Niko terlalu mengatur, terlalu membatasi kamu,” katanya dengan suara yang lebih pelan dari biasanya. Ada sesuatu di mata Marinka—sedikit beban, sedikit kecemasan—tapi ia berusaha menahannya supaya tidak keluar. Ia menarik napas pendek, lalu mengulang kalimatnya d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN