Bab 87

3244 Kata

Lara diam. Diam seribu bahasa. Ia hanya menatap Niko tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Wajahnya kaku, matanya kosong, tapi di balik keheningan itu pikirannya penuh—terlalu penuh oleh segala kemungkinan yang menyesakkan d.a.da. Kalau boleh meminta, sebagai istri ia pun tidak ingin dimadu. Ia hanya ingin dicintai, sederhana saja, tapi permintaan sesederhana itu ternyata mustahil di dunia yang ia jalani. Tapi apa sebenarnya alasannya sampai tidak mau diduakan? Bukankah ini sudah takdir yang ia sadari sejak awal? Ia tahu, dari pertama kali mengenal Niko, bahwa dirinya bukanlah perempuan yang akan diperkenalkan di hadapan publik. Ia hanya akan jadi rahasia, bayangan yang tersembunyi di balik nama besar seorang Marinka. Ia sadar sepenuhnya: ia dan Niko menikah bukan karena cinta, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN