Bab 42. Memupuskan Keraguan

1207 Kata

Nindy tersenyum tipis saat berhasil membungkam mulut Ethan. Satu tangannya menutup mata Elang agar tidak melihat yang dilakukan. Hanya beberapa detik lalu dilepaskan. "Ibu ih, kenapa mata Elang ditutup!" protes Elang dengan wajah bersungut-sungut. "Jawabannya 155 tambah 55 sama dengan 210. Benar kan, Antoni?" ucap Nindy mengalihkan pandangannya ke arah Antoni yang tersenyum-senyum melihat pemandangan yang ada di depannya tadi. "Benar, Nona Nindy." Antoni mengangguk sebagai jawaban dengan wajah yang mengulas senyum manis. Senyuman Nindy semakin lebar, kini ia giliran yang mengejek ke arah Ethan. "Kau yang kalah kali ini, Tuan Ethan," kata Nindy menepuk bahu Ethan, ekspresinya sangat puas sekali. "Yah, Ayah kalah." Elang menjadi lemas melihat Ayahnya dikalahkan di detik terakhir itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN