Bab 42

1743 Kata

Arvin puas melihat kinerja timnya. Mereka siap menghadapi tahap selanjutnya, dan mereka bersemangat. Malam sudah cukup larut ketika Arvin akhirnya mematikan lampu ruang kerjanya di kantor. Hari itu melelahkan, tetapi juga penuh energi. Sejak kabar bahwa permohonan PK mereka diterima, seluruh tim bergerak cepat. Strategi sudah disusun, bukti-bukti diperiksa ulang, dan setiap orang bekerja dengan semangat yang nyaris menular. Namun ketika Arvin melangkah keluar dari gedung kantor, ia menarik napas panjang. Malam ini ia membuat satu keputusan sederhana. Tidak membawa pekerjaan pulang. Ia masuk ke mobil, menyalakan mesin, lalu menyandarkan kepala sebentar ke kursi. Bayangan satu wajah langsung muncul di pikirannya. Zahra. Perut istrinya sudah sangat besar sekarang. Dokter bahkan menga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN