Andy langsung terhuyung ke samping. Pegangannya pada tangan Cici terlepas. Cici tersentak mundur beberapa langkah. Andy memegangi rahangnya yang langsung terasa nyeri. "Apa—?!" Gilang berdiri di depan Cici sekarang, tubuhnya seperti tembok pelindung. Tatapannya tajam penuh amarah. "Mau kau apain pacarku?!" Andy mengedip beberapa kali, mencoba mengembalikan fokusnya. "Pacar?" gumamnya tidak percaya. Cici yang masih sedikit gemetar berdiri di belakang Gilang. Andy menatap mereka bergantian. "Kamu siapa?" tanya Andy kasar. Gilang menyeringai tipis, tapi matanya tetap dingin. "Gilang." Ia melangkah satu langkah lebih dekat. "Dan kalau aku lihat kamu pegang dia lagi..." Ia mengepalkan tangannya. "Rahangmu bukan cuma sakit." Andy mendengus kesal. "Itu urusan aku sama dia." "U

