Nico menutup map itu perlahan. Ia datang ke ruangan ini dengan niat menyerahkan surat pengunduran diri sebagai pemenang. Kini ia justru memegang surat panggilan sebagai pihak yang diselidiki. “Apakah firma akan mendukung saya?” tanyanya akhirnya. Roby tidak langsung menjawab. “Firma akan melindungi reputasinya,” katanya tenang. “Selebihnya… tergantung hasil pemeriksaan.” Artinya jelas. Jika situasi memburuk, ia akan dilepas. Dikorbankan. Nico berdiri perlahan. Senyum tipis kembali muncul di wajahnya—tapi kali ini tidak ada kehangatan di sana. “Baik, Pak,” katanya singkat. Ia keluar dari ruangan itu dengan langkah tenang. Begitu pintu tertutup di belakangnya, rahangnya mengeras. Jadi ini langkah Arvin. Bukan serangan frontal. Bukan konfrontasi langsung. Melainkan tekanan dar

