Bab 21

1966 Kata

Suaranya tidak tinggi. Tapi cukup membuat Nico terdiam. “Kamu pikir semua ini cuma soal cemburu?” Miranda menatapnya lurus. “Kamu pikir aku tidak ingat apa yang kamu lakukan?” Wajah Nico sedikit berubah. “Aku sudah bilang, itu cuma kesalahpahaman.” “Bukan.” Miranda menegakkan tubuhnya meski terasa nyeri. “Kamu sengaja membuatku minum lebih banyak malam itu.” Nico tidak menjawab. “Kamu pakai ponselku untuk kirim pesan ke Zahra, membuatnya terpuruk,” “Nggak ada bukti—” “Aku ingat.” Dua kata itu membuat udara di ruangan terasa berat. “Aku ingat kamu berdiri di belakangku waktu aku hampir jatuh. Kamu bilang, ‘Biar sekalian hancur semuanya.’” Nico menegang. “Itu cuma emosi sesaat.” “Kamu juga yang membisikkan hal-hal tentang Arvin dan Zahra supaya aku kehilangan kendali.” Miran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN