Pertemuan tahunan asosiasi advokat selalu terasa formal. Penuh undangan dengan penampilan elegan, yang memenuhi ballroom hotel bintang lima. Di depan pintu masuk, Zahra berhenti melangkah. Tangannya mencengkeram clutch kecilnya lebih erat. “Mas…” bisiknya pelan. Arvin, yang mengenakan setelan hitam dengan dasi abu-abu gelap, menoleh. “Hm?” “Aku kelihatan aneh nggak?” Ia tidak bertanya soal cantik. Ia bertanya soal pantas. Setelah melihat para tamu yang mereka temui mulai dari lobi hingga ruangan megah itu, perasaan insecure tiba-tiba muncul. Ini yang kedua kalinya menemani Arvin ke pesta, dan pertama kali dengan status sebagai istri. Zahra tidak menyadari betapa cantik penampilannya. Arvin sampai mendatangkan penata rias langganan kakaknya ke rumah. "Mas.." Zahra meremas lengan

