Bab 40

1721 Kata

“Aku memilih prinsip.” Alana menatap ayahnya tanpa gentar. Dia siap menghadapi kemarahan ayahnya. Namun mengejutkan, sang ayah tidak lagi berteriak. Ia hanya berdiri diam, seolah menyadari bahwa anak perempuan yang selama ini ia arahkan telah tumbuh menjadi seseorang dengan pikirannya sendiri. Alana menunduk sedikit. Ia sangat menghormati ayahnya, sosok keras yang telah membentuk karakternya dengan didikan tegas. “Aku akan berusaha membuka pemikiran Ayah. Pelan-pelan,” katanya lembut. “Tapi tolong… jangan minta aku menutup mataku.” Ia berbalik dan melangkah menuju tangga. Di belakangnya, ruang keluarga tetap sunyi. Dan di dalam da-da Alana, untuk pertama kalinya sejak ia menerima misi itu, ia tidak lagi merasa menjadi alat siapa pun. Ia mulai berdiri sebagai dirinya sendiri. ***

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN