Keesokan harinya, di kantor kejaksaan, Banyu mendapatkan telepon dari Papa mertuanya. “Banyu, bisa ke kantor Papa siang ini?” tanya Wiratama. “Bisa, Pa,” jawab Banyu datar. “Sekalian kita makan siang di kantor Papa.” Kata Wiratama. “Baik.” Jawab Banyu seadanya. Banyu langsung mengakhiri panggilan teleponnya sepihak, ia tahu apa yang akan dibahas Wiratama di pertemuannya nanti. Karena setiap Wirtama mengajak bertemu dengan Banyu, pasti ada hal dari kepentingan pihak Wiratama yang membutuhkan bantuan dari Banyu. Banyu mendesah napas berat, ia kembali melihat ponselnya yang tidak ada notif satu pun dari istrinya itu. Banyu bukannya tidak tahu apa yang terjadi dengan Bening akhir-akhir ini, sepertinya cepat atau lambat Banyu harus memberitahu Bening tentang segala rahasia yang ia sembuny

