Setelah dari rumah Nenek itu, Bening langsung menuju ke penginapan. Dan hari juga sudah mulai gelap. Selama perjalanan, Bening terpekur dengan perkataan sang Nenek, tentang tato, tentang para penyidik yang tidak mempercayai ucapan Nenek itu. Hati Bening begitu nyeri membayangkan Banyu harus berjuang sendirian mengungkap kebenaran yang sudah terkubur berpuluh-puluh tahun ini. Sesampainya di penginapan, Bening langsung check-in dan menuju kamarnya. Bening membuka pintu kamar hotel itu dengan perasaan yang resah, entah haruskah Bening lanjutkan pencarian ini, atau menghentikannya di tengah jalan? Ia duduk di tepi ranjang dengan punggung bersandar pada sandaran kayu yang dingin, lututnya ditarik mendekat ke d**a. Kertas bergambar tato yang dibuat Nenek tadi sore masih terlipat rapi di da

