Setelah dari kantor Wiratama, Banyu tidak langsung kembali ke kantor, justru ia memilih pulang lebih awal karena kepalanya terasa berat sekali. Dan sesampainya di rumah, Banyu tidak pernah menyukai rumah yang terlalu hening. Biasanya, sunyi itu berarti sudah larut dan Bening sudah tertidur ketika Banyu pulang. Tapi, sunyi kali ini berbeda, sunyi yang membuat dadanya terasa sesak, seperti ada ruang kosong yang dibiarkan mengaga tanpa tahu bagaimana cara menutupnya. Sejak pagi, ponsel Banyu tidak pernah jauh dari jangkauannya. Ketika tadi pagi jam menunjukkan pukul 06.12, Banyu menatap layar dan mengetik satu pesan untuk Bening. ‘Kamu sudah bangun?’ Pesan itu jelas terkirim, tetapi sampai sore hari ini belum ada balasan dari Bening. Ia menghela napas dan menaruh ponsel itu di meja dapu

