Bab 103

1028 Kata

“Gue beneran nggak bisa tidur dari semalem,” ucap Bening yang sudah menyadari bahwa hari sudah pagi. Lalu ia mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang sebelum ke kamar mandi. “Lo harus kerja aja, Bening,” katanya pelan pada bayangannya. “Kayak biasa.” Bening mandi lebih lama dari biasanya. Air hangat mengalir di punggungnya, tapi tidak ada yang benar-benar membuat dadanya hangat. Ia berdiri lama di depan cermin, menatap pantulan dirinya sendiri. Ia memilih pakaian yang sederhana. Tidak mencolok. Rambutnya diikat rendah. Wajahnya nyaris tanpa riasan, hanya bedak tipis dan lip balm. Ia ingin terlihat biasa. Normal. Seolah hidupnya tidak sedang jungkir-balik. Ketika keluar kamar, Banyu sudah tidak ada di rumah. Meja makan bersih. Tidak ada sarapan. Tidak ada catatan. Bening menelan perih d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN