Banyu hanya tertidur selama dua jam, dan itu juga sangat kurang. Banyu tidak pernah sampai seperti ini, ia adalah tipe pria yang sangat menjaga pola hidupnya, termasuk tidur. Ketika ia terbangun, ia sadar sepenuhnya kalau semalaman ia berada di ruang kerjanya, bahkan ia terang-terangan mengusir Bening keluar. Jam dinding menunjukkan pukul enam lewat sepuluh. Ia berdiri, merapikan kemeja yang kusut, lalu menatap pantulan dirinya di kaca lemari arsip. “Cukup,” gumamnya. “Hari ini harus selesai.” Ia keluar dari ruang kerja. Rumah masih sunyi. Bening tidak terlihat di dapur, tidak juga di ruang makan. Banyu berhenti sejenak di depan pintu kamar. Tangannya terangkat, lalu jatuh lagi. ‘Aku pergi, Bening,’ katanya pada diri sendiri. Ia mengambil kunci mobil, ponsel, lalu keluar tanpa suara.

