Banyu kemudian mengajak Jelita duduk di kursi. Ia memperbaiki posisi selimut yang tersampir di tubuh mantan istrinya agar melindungi tubuhnya dari rasa dingin. “Dingin?” Banyu menyentuh pipi mantan istrinya itu. Jelita hanya mengangguk. Ia menangkupkan tangannya di pipi Jelita untuk menghangatkannya. “Pipimu lebih berisi sekarang,” Banyu tersenyum. Jelita ikut tersenyum, “Semua gara gara Sena.” “Cantik,” gumam Banyu. Jelita terkaget kaget mendengar pujian mantan suaminya yang jarang ia dengar. Ia menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang tersipu malu. Banyu mengusap usap punggung mantan istrinya itu, “Apa mau pasang pemanas di sini? Mau?” Jelita menggeleng. “Kenapa?” Banyu mencoba membujuknya. “Daya listrik di rumah ini tidak akan cocok untuk AC atau pemanas,” jawab Jeli

