Banyu tiba di depan kamar hotel tempat pertemuannya dengan Adi Putra. Ia menyentuh saku kemeja yang dikenakannya. Diam diam di dalamnya ada alat untuk merekam pembicaraan mereka nanti. Jaga jaga kalau ada pembicaraan penting yang membutuhkan bukti bukti kuat. Asisten Menteri Tambang dan Energi menyambutnya dan mempersilahkannya masuk. Sedangkan mertuanya itu terlihat sedang duduk di sebuah sofa sambil membaca selembar dokumen. Adi Putra menatapnya dan memintanya duduk. Banyu pun duduk di hadapannya. Setelah beberapa saat, mertuanya itu menyodorkan dokumen tersebut ke arahnya. Tanpa berkata kata, Banyu pun membacanya. “Bantu papa…” ucapnya membuka mulut setelah beberapa saat. Banyu langsung memahami niat dari mertuanya itu. Dalam situasi normal, tentu saja aku menolaknya. Tapi,

